Dulu pada tahun tahun jayanya PDI-Perjuangan, dan waktu itu Ibu Mega masih menjabat sebagai Presiden RI ke 5, kami sesama teman sering berseloroh tentang Tufik Kiemas, dan salah satu teman saya memberikan usul agar Ibu mega MENCERAIKAN saja Taufik Kiemas agar AURA Ibu Mega tidak dikotori oleh Taufik Kiemas itu.
Bukan rahasia umum lagi bila Taufik Kiemas itu pernah berkata, “saya ini adalah ketuanya ketum PDI-P, saya ini adalah pemimpinnya Presiden RI” Demikianlah setiap kali wartawan bertanya tentang posisinya di PDI-P dan di lembaga Kepresidenan, pernyataannya yang selalu bertolak belakang dengan fungsionaris dan pengurus inti di PDI-P juga acap kali membuat kontroversi murahan yang tidak perlu.
Siapa yang tidak tau bahwa sejak awal Tufik Kiemas sudah bermain mata dengan kubu SBY, keberhasilannya menduduki tampuk pimpinan MPR-RI pun tak pelak adalah berkat dukungan partai Demokrat.
Jauh hari waktu sedang ramai ramainya menjelang Pilpres, saya ada menulis di sisni bahwa Tuafik Kiemas itu terkesan ingin sekali bargaining dengan SBY, bahwa Dia terkesan ingin menjadi wakil Presiden dari kubu SBY, ini pendapat saya pribadi saja, karena waktu koalisi antara Mega, JK, WIN, DAN PRABOWO sempat pecah, seakan terjadi kemelut yang dalam di tubuh PDI-P sebelum akhirnya Ibu Mega memutuskan untuk begandengan tangan dengan Gerindra, sekali lagi ini hanya pendapat pribadi saya saja…
Hari ini Taufik Kiemas kembali bercuap cuap bahwa perlu kiranya Koalisi dengan SBY atau dengan Pemerintah ini segera direalisasikan, apa sasarannya? jabatan wapres? Uang? atau apa?…………..Apakah tidak cukup terhormat menjadi Partai Penyeimbang Pemerintah?
Untungnya Ibu Mega sedikitpun tak bergeming dengan tingkah laku Suaminya yang nota bene Ketua MPR-RI tersebut, entahlah Taufik Kiemas sudah tidak pandai merayu isterinya lagi (mungkin karena sudah tua jadi udah hambar)??
Tapi yang pasti saya ingin mengucapkan hormat yang sedalam dalamnya kepada pendirian yang kokoh dari Ibu Mega, bahwa beliau sampai hari ini sangat konsisten sekali dengan garis politiknya, dengan garis perjuangannya, dengan Ideologinya, sampai sampai hari ini dalam konfrensi persnya dengan sangat keras dan tandas Ketum PDI-P ini mengatakan bahwa di dalam Tubuh PDI-P ini Taufik kiemas “tidak ada apa-apanya” alias, hanya punya hak bicara, tetapi tidak punya hak suara, bagi politisi manapun tentu saja sangat memahami apa yang dimaksud oleh Ibu Mega, dan yang lebih pasti lagi bahwa akhirnya dalam pandangan awam menjadi terang benderanglah dimana sebenarnya posisi Taufik Kiemas ini sebenarnya, dan yang menarik disini adalah sudah sejak lama berselang juga bahwa segala sepak terjang Taufik Kiemas ini sudah dimaklumi oleh seluruh kader PDI-P, bagi mereka pernyataan-pernyataan Taufik Kiemas di Media sering kali dianggap sepi saja, sebab mereka hanya mendengarkan Ketum mereka yang sering kali pula bersebrangan pendapatnya dengan Taufik Kiemas.
Sebentar lagi Kongres PDI-P akan segera di gelar, dan saya percaya, bahwa sekarangpun sedang terjadi gejolak yang panas di tubuh PDI-P, seperti ucapan Pak Ganjar Pranowo kepada Media, yang mengatakan bahwa kemelut yang sangat luar biasa sedang melanda PDI-P bahkan telah terbagi dalam kubu-kubu….
Biasalah namanya juga manuver politik, sebagai Partai yang besar tentu saja selain dari internal yang ingin memperebutkan kekuasaan, juga hati hati dari pihak luar pun bisa saja ingin memecah belah dan melemahkan posisi PDI-P dengan sasaran tahun 2014 PDI-P diharapkan akan semakin melemah……………..
Namun sekali lagi saya sangat percaya dengan kharisma Ibu Mega, saya percaya kekutan hati beliau akan tetap dapat mempersatukan kader kadernya di seluruh tanah air, dan pengalaman politiknya yang sudah matang dan mumpuni akan dapat menyelamatkan kongres PDI-P April 2010 mendatang dengan gemilang, apa pun tantangannya………..
SELAMAT BERJUANG……….MERDEKA!!!