Saya ingin juga menjadi orang yang paling duluan nih menyikapi dan mengamati kelangsungan hidup Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)………….
Memang sih kalau dikalangan masyarakat pada umumnya belum lagi terasa “kehangantan” Kongres PDIP yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2010 mendatang, dan pada awalnya saya pun kurang peduli juga sih, tetapi demi melihat running text di Metro tv beberapa waktu berselang yang mengatakan bahwa Guruh Soekarno Putera akan maju sebagai calon Ketua Umum (KETUM) PDI-P periode 2010-2015 mendatang….saya pun mendadak “sakit perut”
Katanya sih secara tersirat Ibu Mega telah memberikan signal kepada Guruh untuk memimpin Partai ini pada periode mendatang, karena Mbak Mega yang saat ini berusia 63 tahun akan menjadi 68 tahun pada 2015 mendatang dan mungkin sudah letih untuk bertarung kembali pada pilpres 2014 mendatang, walaupun masih banyak saja dukungan untuk Ibu Mega kembali memimpin pada periode 2010-2015 ini, seperti dukungan politik dari stuktur Cabang maupun dukungan politik yang secara tegas dinyatakan oleh salah satu ormas partai, yaitu Taruna Merah Putih, yang di Ketuai oleh Maruarar Sirait, secara tegas mengatakan akan mendukung kembali Ibu Megawati sebagai Ketua Umum periode 2010-2015, dengan alasan figur Ibu Megawati masih diperlukan sebagai penjaga soliditas partai.
Memang kalau dipikir pikir, siapapun tidak dapat menyangkal bahwa Ibu Mega adalah Ikon bagi PDI-P, figur beliau sangat dihormati di Internal Partai dan menjadi lambang persatuan selama kurun waktu kepemimpinanya, namun demikian karena faktor usia dan faktor “regenerasi” yang harus mereka lalui tentu saja bagi seorang Megawati tidak akan sulit untuk melepaskan jabatan Ketua Umum Partai, karena sebenarnya dimanapun posisinya saya berkeyakinan bahwa kata-katanya akan tetap menjadi Petuah di internal PDI-P.
Saya ini hanyalah sebagai orang yang mengagumi Bung Karno dan apa saja peninggalannya, termasuk PDI-P, dan sebagai orang yang selama ini cukup mengikuti sepak terjang PDI-P ( bahkan saya juga ikut ke bantar gebang untuk menyaksikan sendiri Pidato politik Bu Mega dan Pak Prabowo, berikut mencium bau busuknya sampah secara langsung, saya berangkat bersama-sama dari Teuku Umar dengan Bus-bus yang sudah disediakan)
Dalam hal kepemimpinan di tubuh PDI-P ini saya sangat berharap ada perubahan yang cukup “revolusioner” yang akan dilakukan oleh Ibu Mega maupun kader lainnya yang sudah sangat piawai berpolitik di negeri ini.
Bila kita menghitung kedudukan PDI-P yang sudah mengakar kuat di bumi pertiwi ini dan mempunyai pengikut yang sanagat setia, mempunyai basis massa yang jelas! dan yang paling utama adalah bahwa pengikut dan anggota PDI-P di seluruh tanah air ini selalu mengkaitkan PDI-P dengan nama besar BUNG KARNO Sang Proklamator yang melegenda.
Oleh karena itu sah sah saja bila PDI-P ini tetap dipimpin oleh Putera-puteri beserta cucu-cucu beliau, terlepas dari sindiran orang bahwa partai ini adalah partai Primordial ataupun “kerajaan putera-puteri Bung Karno” dan banyak lagi sindiran sindiran sinis lainnya..Who cares??? memang demikianlah adanya………….
Namun bila kita menghitung perkembangan politik ditahun-tahun mendatang, tentu saja kita harus mengkalkulasi situasi politik dengan cermat! demi kepentingan Partai! bukan AMBISI orang per-orang!
Saya terus terang saja bila Guruh menjadi Ketua Umum PDI-P 2010-2015 mendatang sangat TIDAK SETUJU!, alasannya adalah, Pertama: Guruh Soekarno petera yang lahir pada 13 Januari 1953, dan saat ini berusia 56 tahun, tentunya pada tahun 2015 akan berusia 61 tahun, rasanya agak terlalu tua untuk menjadi calon Presiden, kedua, walaupun selama ini Mas Guruh selalu aktif dalam kancah politik tanah air namun tidak pernah juga mencatat prestasi yang gemilang, kecuali hanya menjabat anggota DPR-RI saja, selama 2 periode di DPR-RI pun beliau tidak pernah membuat manuver manuver yang tajam………..ke 3, saya merasa beliau lebih cocok berkesenian saja ( yang juga nasionalis kok), dan mengembangkan batik agar lebih baik…
Promono Anung yang jebolan ITB ini sebenarnya cukup piawai berpolitik, namun untuk menjadi orang nomor 1 di PDI-P mungkin agak sulit untuk diterima dikalangan PDI-P, karena beliau tidak datang dari Trah Bung Karno, mungkin bila posisi nomor 2 akan dipertahankanya masih masuk akal, walaupun ini agak tipis juga kemungkinanya……..
Ada satu orang lagi yang mungkin akan dicalonkan, yaitu PUAN MAHARANI, Mbak Puan yang sehari-harinya memang dekat dengan elite-elite politik di Internal PDI-P dan bahkan terakhir juga duduk di stuktur DPP (dewan pimpinan pusat), sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat, dan bahkan pada Pilpres 2009 yang lalu di Isukan akan maju sebagai cawapres yang akan berpasangan dengan Prabowo Soebaianto, (saya sempat kaget kaya kesetrum waktu mendengar issue tersebut).
Nama terakhir yang beredar adalah Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrinagari Guntur Soekamoputri, Puti, begitulah sapaan akrabnya, anggota DPR-RI periode 2009-2014 ini ditempatkan di Komisi X yang membidangi pendidikan, budaya, dan pariwisata. Puti yang adalah puteri semata wayang dari Guntur Soekarno poetra ini memang baru saja muncul kepermukaan, walaupun selama ini selain sebagai Ibu Rumah tangga, Puti juga adalah Wakil Ketua Yayasan Fatmawati yang bergerak di bidang sosial, sedangkan di PDI-P sendiri, Puti baru berstatus anggota.
Di luar itu, Puti bersama beberapa teman mengurus bisnis tiga rumah makan serta menjadi istri dan ibu yang rajin mengurus dua anaknya. puti yang jebolan FISIP UI ini lahir pada 26 Juni 1971 (sumber, blog Putera Rafflesia).
Waktu di Deklarasi di Bantar Gebang, sekilas saya melihat sosok Puti ini, dia berjalan agak di depan saya, (namanya anak/cucu orang gede ya saya cuma ngeliat aja dari jauh), tetapi sajauh penglihatan saya, saya menilai Puti ini adalah harapan untuk masa depan yang lebih bemilang bagi PDI-P, Puti adalah darah baru bagi PDI-Perjuangan, saya melihat sosoknya yang segar, tegar, penuh semangat, kelihatan tegas dan “mau belajar”.
Kalau saja saya punya hak pilih untu menentukan kelangsungan PDI-Perjuangan kedepan, saya akan lebih memilih Puti sebagai Ketua Umum yang baru!, langkah ini sangat “dramatis”, “revolusioner” dan “inovative”
Saya percaya bahwa bila disosialisasikan sejak awal, maka akan sangat mudah menerima kehadiran Puti ditengah-tengah kerinduan anggota PDI-P yang selama ini ingin sekali di pimpin oleh Guntur Soekarno Putera.
Ibu Mega yang terhormat, semoga anda dapat memilih kader yang terbaik demi kelangsungan Partai ini kedepan, saya sangat berharap bahwa Partai ini akan kembali menjadi besar pada saatnya nanti, dan orang muda yang dinamis sangat dibutuhkan disini!